Ringkasan Berita:
- LSM GMBI Jawa Timur menggelar Ruwatan Agung Nuswantara di Air Terjun Putuk Truno, Prigen, Pasuruan (21-22/8/2026) dalam rangka HUT ke-81 RI.
- Kegiatan bertema "Merajut Kebhinekaan dalam Harmoni Budaya Menuju Indonesia Emas 2045" ini diikuti sekitar 6.000 peserta lintas elemen masyarakat.
- Bakesbangpol Jatim menilai agenda ini sebagai modal sosial penting dalam memperkuat toleransi, persatuan bangsa, dan pelestarian budaya.
Pasuruan, IkiJatim.com — Gemuruh suara alam di kawasan Wisata Air Terjun Putuk Truno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, berpadu khidmat dengan lantunan doa dan ragam kebudayaan Nusantara. Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Wilayah Teritorial Jawa Timur sukses mengumpulkan sekitar 6.000 peserta dalam perhelatan akbar bertajuk Ruwatan Agung Nuswantara yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (21–22/8/2026).
Digelar dalam rangka memperingati dan mensyukuri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, gelaran ini mengusung tema “Merajut Kebhinekaan dalam Harmoni Budaya Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara ini menjadi panggung kolaboratif yang mempertemukan ribuan masyarakat dari beragam latar belakang sosial dan kultural.
Apresiasi Bakesbangpol Jatim: Kebudayaan sebagai Perekat Ketahanan Sosial
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menyambut positif inisiatif kebudayaan tersebut. Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Masyarakat Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Agus Imantoro, S.E., S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk merawat kebhinekaan sekaligus memperkuat harmoni sosial.
Menurut Agus, khazanah keberagaman budaya yang mengakar di Indonesia bukan sekadar warisan sejarah, melainkan modal sosial vital dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Budaya merupakan bagian penting dari identitas dan kekuatan bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat membangun kebersamaan, memperkuat toleransi dan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat,” ujar Agus.
Lebih lanjut, Agus mengapresiasi soliditas dan sinergi lintas sektor yang terbangun selama acara. Keterlibatan aktif pemerintah, organisasi kemasyarakatan, aparat keamanan, tokoh agama, budayawan, hingga pelaku usaha mencerminkan ketahanan sosial-budaya yang kokoh di Jawa Timur.
“Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan. Perbedaan latar belakang, budaya dan komunitas justru harus menjadi kekuatan untuk membangun Jawa Timur dan Indonesia yang semakin maju,” tambahnya.
Pesan Kebangsaan dan Rangkaian Ritual Budaya Nusantara
Ketua Wilayah Teritorial Jawa Timur LSM GMBI, Sugeng, S.P., menjelaskan bahwa Ruwatan Agung Nuswantara dirancang sebagai ikhtiar moral untuk menumbuhkan kembali kecintaan kolektif terhadap kekayaan tradisi Nusantara di tengah arus modernisasi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin merajut kebhinekaan dalam harmoni budaya. Kebudayaan Nusantara merupakan kekuatan bangsa yang harus terus kita rawat bersama,” tutur Sugeng.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Rangkaian Acara Lengkap
Sebanyak 6.000 peserta yang memadati kawasan Putuk Truno datang dari berbagai entitas, meliputi:
- Seniman dan budayawan
- Akademisi
- Tokoh agama dan tokoh masyarakat
- Organisasi kemasyarakatan dan komunitas budaya
- Unsur Pemerintah, TNI, dan Polri
- Perwakilan BUMN/BUMD dan dunia usaha
- Insan media massa serta masyarakat umum dari berbagai penjuru Jawa Timur
Untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan, panitia menyuguhkan serangkaian agenda komprehensif, mulai dari dimensi kebangsaan, spiritual, pelestarian seni, hingga aksi kepedulian sosial, antara lain:
- Apel Kebangsaan
- Kirab Budaya Nusantara
- Prosesi Inti Ruwatan Agung Nuswantara
- Pagelaran Seni dan Budaya
- Tausiah Kebangsaan dan Doa Bersama
- Bakti Sosial dan Santunan kepada Anak Yatim serta Dhuafa
- Pameran Pusaka Nusantara
- Pagelaran Wayang Purwa
Edukasi Generasi Muda Menuju Visi Indonesia Emas 2045
Menutup keterangannya, Sugeng menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan harus terus diwariskan secara nyata kepada generasi penerus agar identitas bangsa tidak tergerus zaman.
“Keberagaman budaya harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan agar generasi muda mengenal, mencintai dan melestarikan budaya bangsa,” tegas Sugeng.
Artikel Terkait
Bandingkan 5 Wisata Jawa Timur: Nilai Alam, Budaya, dan Biaya
Kuliner Jawa Timur vs. Kuliner Bali: 5 Rasa Unggulan & Harga Terjamin
12 Kuliner Khas Jatim yang Harus Dicoba & Cara Membuatnya